Minggu, 02 Juni 2013

Kisah Cinta Yang tak Terucap dalam Kumpulan Cerpen RECTOVERSO

Meresensi Buku

Judul Buku        : Rectoverso
Pengarang        : Dee/Dewi Lestari
Editor            : Dhewiberta
Penerbit        : PT Bentang Pustaka
Tahun Terbit        : Cetakan Pertama Januari 2013
Tebal Buku        : x + 174 hlm; 20,5cm
Harga Buku        : Rp 69.000
ISBN            : 978-602-7888-03-6
Tentang Penulis        :
DEWI LESTARI, dikenal dengan nama pena Dee, lahir di Bandung, 20 Januari 1976. Novel serial Supernova dengan episode pertamanya, Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh yang diterbitkannya kali pertama pada 2001 menjadi debut Dee dalam dunia sastra sekaligus menancapkan eksistensinya sebagai penulis papan atas Indonesia. Disusul episode kedua, Akar pada 2002, dan episode ketiga, Petir pada 2004, episode keempat yakni Partikel pada 2012.
Kiprahnya dalam dunia kepenulisan juga telah membawa Dee ke berbagai ajang nasional dan internasional. Dee juga telah melahirkan buku-buku fenomenal lainnya, yakni Filosofi Kopi (2006), Perahu Kertas (2009), dan Madre (2011).
Buku ini memiliki keunikan tersendiri. Dari segi cerita yang disajikan dan dari gaya bahasa yang sarat akan makna-makna tersirat didalamnya. 11 cerita pendek yang ditulis dee dalam buku ini merupakan hibrida dari tulis dan musik yang menarik. Sebuah kisah indah yang selalu melekat dalam kenangan, seperti jejak yang ditatah di atas karang. Rectoverso adalah kisah itu. Segala emosi terwakili di dalamnya. Ada kesedihan, suka cita, ragu-ragu, ketakutan, membentuk alur penuh cabang, meski pada akhirnya akan kembali kepada muara yang sama.
Sinopsis            :
Dimulai dari judul cerpen pertamanya yang berjudul curhat buat sahabat, Dalam kisah ini dee menceritakan seorang wanita yang memiliki kekasih yang terus menyakitinya, tapi wanita itu masih saja mencintai kekasihnya. Saat dia terluka dia selalu curhat pada sahabatnya, tanpa diketahui olehnya sahabatnya itu jatuh hati tapi dia tak menyadarinya. Kedua, berjudul Malaikat Juga tahu, dalam cerpen kedua ini dee menceritakan kisah tentang abang yang mengidap penyakit autisme yang diam-diam mencintai salah seorang anak kos dirumhnya, cinta dalam imajinasi abang adalah mencintai dengan seluruh jiwa dan raganya tanpa mengenal perbedaan. Ketiga, cerpen berjudul Selamat Ulang tahun, dikisahkan seseorang yang menunggu kekasihnya untuk mengucapkan selamat ulang tahun, hingga berjam-jam lamanya tetapi sang kekasih tak juga mengucapkannya. Keempat, cerpen berjudul aku ada, dikisahkan dalam cerpen ini ada sepasang kekasih yang saling mencintai hingga sang wanita meninggal dunia dia selalu ada mengintari sang lelaki dan tetap mencintainya walau jasadnya tiada. Kelima, cerpen berjudul hanya isyarat, ”Seseorang yang selamanya harus dibiarkan berupa sebentuk punggung karena kalau sampai ia berbalik, niscaya hatiku hangus oleh cinta dan siksa”, dikisahkan ada seorang wanita yang mencintai seorang lelaki yang hanya bisa mencintai sebatas punggung saja, hanya bisa mengagumi saja tanpa bisa terucap. Keenam, cerpen berjudul peluk berkisah tentang sepasang kekasih yang sudah menjalin hubungan bertahun-tahun tetapi harus berpisah, karena keduanya merasa lebih nyaman bila berpisah. Ketujuh, cerpen berjudul Grow a day older berkisah tentang perselingkuhan. Dimana si perempuan berniat ingin meninggalkan semuanya, tepat disaat ultah selingkuhannya itu. Dengan mempersembahkan sebuah lagu ciptaannya sebagai kado. Kedelapan, Cerpen yang berjudul Cicak di Dinding ini berkisah seorang lelaki pelukis yang terkenal, suatu hari ada seorang wanita yang datang mendatanginya, pertemuan singkat keduanya menyeret mereka dalam hubungan yang begitu intim, beberapa kali mereka melakukan hubungan layaknya suami istri. Tiba disuatu malam ada pameran lukisan, sang lelakibegitu terkejut ketika mengetahui wanita yang selama ini tidur dengannya adalah calon istri orang yang dianggapnya abang, ya, mereka berdua jatuh cinta tapi tak ada satupun yang sanggup mengatakannya. Kesembilan, cerpen yang berjudul Firasat, dikisahkan dalam cerpen ini perkumpulan anak-anak muda yang menamai kelompok mereka ”Firasat”. Klub itu di difasilitasi oleh satu orang dan dialah pencetus klub firasat. Salah satu anggota klub ini ada yang diam-diam menyimpan rasa padanya. Wanita itu sangat pendiam bahkan bisa dibilang jarang sekali berbicara. Dia sering bilang “Kalau mendengar saja cukup mengapa harus dipaksa untuk berbicara”. Suatu hari sang lelaki pulang ke kampungnya, tapi sang wanita tak mengizinkannya, karna dia berfirasat sang lelaki takkan pernah kembali. Hingga kepergiannya sang wanita belum mampu menyatakan cintantnya. Kesepuluh, Cerpen yang berjudul Tidur ini berkisah tentang seorang Ibu yang lama bekerja di luar negeri demi membahagiakan keluarganya, dia rela jauh dari anaknya, rela menahan rindu yang begitu mencekram hati. Saat dia kembali pulang dia hanya ingin anaknya paham bahwa ibunya bertindak demikian karna rasa cintanya yang begitu dalam kepada anaknya. Dan terakhir cerpen yang berjudul back to heaven’s light bercerita tentang pilunya hati seorang istri yang ditinggal pergi suaminya. Ketika detik-detik menjelang kematiannya, dia seperti dejavu. Ternyata dia sedang berada pada cinta segitiga yakni dia, suaminya dan lelaki idamannya.
Ulasan singkat Buku:
“ Kisah ini terasa semakin berat membebani lidah. Aku sampai di bagian bahwa aku telah jatuh cinta. Namun, orang itu hanya mampu kugapai sebatas penggungnya saja. Seseorang yang Cuma sanggup kuhayati bayagannya dan tak akan pernah kumiliki keutuhannya. Seseorang yang hadir sekelebat bagai bintang jatuh yang lenyap keluar dari bingkai mata sebelum tangan sanggup mengejar. Seseorang ang hanya bisa kukirimi isyarat sehalus udara, langit, awan, atau hujan. Seseorang yang selamanya harus dibiarkan berupa sebentuk punggung karena kalau sampai ia berbalik, niscaya hatiku hangus oleh cinta dan siksa”, hanya Isyarat. Buku ini merupan kumpulan Cerita Pendek yang ditulis oleh dewi lestari, 11 kisah pendek didalam buku ini memiliki cerita yang setipe, yakni cinta yang tak pernah terucap.
Keunggulan Buku:
1.    Kisah yang diceritakan begitu dekat dengan para pembaca.
2.    Setiap cerpen disertai lirik lagu masing-masing, semakin meyakinkan bahwa buku ini buku berkualitas.
Kelemahan buku:
1.    Ada dua judul cerpen yang menggunakan bahasa inggris, hal ini akan menyulitkan bagi pembaca yang tidak mahir dalam penggunaan bahasa inggris.
2.    Setiap cerita tak memiliki nama tokoh, sehingga membuat pembaca bingung menentukan sudut pandang yang digunakan pengarang.
3.    Makna yang terdapat dalam kisah-kisah yang diceritakan begitu tersirat, sehingga cukup menyulitkan para pembaca yang tak menyukai cara berpikir yang rumit.
Tinjauan Bahasa:
Penggunaan bahasa inggris dalam dua judul cerpen ini cukup menyulitkan pembaca yang tidak memahami bahasa inggris dengan baik. Untuk penggunaan bahasa Indonesia yang digunakan dee cenderung nge-pop.
Penutup:
Buku ini cocok bila dibaca oleh kalangan anak-anak muda hingga dewasa, karena cerita yang dikisahkan dalam cerpen begitu dekat dengan dunia mereka.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar